PENGUATAN BUDAYA LITERASI DAN PROFESIONALISME GURU MELALUI LAUNCHING DAN BEDAH BUKU MOZAIK PENDIDIKAN DAN SPIRITUALITAS NUSANTARA DI MTSN 9 JOMBANG
DOI:
https://doi.org/10.03625/6s34pf48Keywords:
literasi guru, bedah buku, profesionalisme guru, refleksi, pengabdian kepada masyarakat.Abstract
ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan berupa menurunnya budaya literasi, refleksi, dan penguatan karakter di kalangan pendidik. Kondisi tersebut mendorong perlunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mampu mengembangkan profesionalisme guru melalui penguatan budaya literasi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan budaya literasi dan profesionalisme guru melalui launching dan bedah buku Mozaik Pendidikan dan Spiritualitas Nusantara: Catatan Kritis dari Ruang Kelas, Rumah, dan Masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di MTsN 9 Jombang pada 7 Februari 2026 dengan melibatkan 50 guru dan tenaga kependidikan. Metode yang digunakan adalah Participatory Reflection and Action (PRA) yang dipadukan dengan pendekatan andragogi melalui tahapan persiapan, launching buku, bedah buku interaktif, refleksi peserta, dan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar refleksi peserta dan observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan motivasi guru dalam menulis, memperkuat budaya literasi reflektif, serta meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya mengintegrasikan spiritualitas, kearifan lokal, dan nilai-nilai pendidikan dalam praktik pembelajaran. Selain itu, peserta berkomitmen mengembangkan komunitas literasi sebagai tindak lanjut kegiatan. Dengan demikian, launching dan bedah buku dapat menjadi strategi pengabdian kepada masyarakat yang efektif dalam memperkuat profesionalisme guru sekaligus membangun budaya akademik yang berkelanjutan.
